Ekonomi Syariah Alternatif Memajukan Perekonomian Jawa Barat
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyatakan sistem ekonomi syariah menjadi alternatif menutupi kelemahan sistem ekonomi konvensional. Dengan syariah, maka beberapa kelemahan seperti riba, transaksi tidak transparan serta spekulasi dapat tertangani. Kelemahan itu pula yang menyebabkan krisis ekonomi. Apalagi penduduk Indonesia mayoritas beragama Islam, sehingga menjadi kewajiban untuk memajukan ekonomi syariah sebagai solusi.
Menurut Heryawan, konsepsi syariah tidak hanya berlaku dalam dunia perbankan. Namun meliputi sektor lainnya; seperti pasar modal, asuransi, reksa dana, leasing, pegadaian, koperasi, lembaga keuangan mikro dan lainnya. “Saya yakin bila semua pihak lebih giat, maka ekonomi syariah secara bertahap mampu menjadi jaring pengaman perekonomian Jawa Barat maupun nasional,” ujarnya usai membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Cirebon, di Gedung Negara Bakorpembangwil III Cirebon, Sabtu (16/1) sore.
Lebih lanjut Heryawan menyatakan, krisis keuangan global, khususnya yang terjadi di Benua Amerika dan Eropa, akibat adanya praktek spekulatif dan keinginan untuk mengambil keuntungan sesaat. Selain itu, prinsip menghalalkan segala cara untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya dengan modal seminim mungkin, menjadi penyebab krisis ekonomi dunia saat ini. “Terlebih dukungan Pemerintah dengan menerbitkan UU No.21/2008 tentang perbankan syariah. Mendorong perkembangan bank syariah di tanah air lebih pesat lagi,” tegasnya.
Berdasarkan data tingkat nasional, dalam kurun waktu 5 tahun terakhir pertumbuhan aset perbankan syariah mencapai rata-rata 46,30 persen. Pencapaian itu melampaui pertumbuhan rata-rata perbankan syariah regional Asia Tenggara yang hanya berkisar 30 persen per tahun untuk periode yang sama. Pertumbuhan yang sama juga terjadi di perbankan syariah di Jawa Barat. Dimana pada tahun 2009, jumlah perbankan syariah yang semula 64 unit menjadi 98 unit. “Pertumbuhan ini, diharapkan menjadi indikasi yang baik bagi pergerakan perekonomian Jawa Barat,” harapnya.
Sumber : jabarprov.go.id


Leave a Reply