RI Pimpin Parlemen Islam
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Marzuki Alie akhirnya terpilih sebagai Presiden Parlemen Negara Islam Sedunia (Parliamentary Union of the OIC Member States/PUIC).
Dalam pemilihan yang digelar di Kampala,Uganda itu,Marzuki terpilih secara aklamasi setelah Iran mengundurkan diri dan memberikan dukungannya kepada Indonesia.“ Alhamdulillah, akhirnya Ketua DPR RI Marzuki Alie terpilih secara aklamasi menjadi Presiden PUIC, pada pukul 13.00 waktu setempat,”ungkap Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antarparlemen (BKSAP) DPR RI M Najib yang ikut mendampingi Marzuki dalam rilisnya kepada harian Seputar Indonesia tadi malam.
Selain M Najib,Ketua BKSAP Hidayat Nurwahid juga turut mendampingi Marzuki. Najib menjelaskan,setelah terpilih, Marzuki langsung didaulat untuk menyampaikan pidato di hadapan peserta PUIC.Menurut Najib, pemilihan Presiden PUIC ini sempat berlangsung alot.Pesaing terdekat dari parlemen Iran sempat bertemu Marzuki dan meminta agar parlemen Indonesia mengalah.”
Ketua DPR Iran Ali Larijani dan tim suksesnya sempat meminta bertemu dengan Pak Marzuki Alie yang ditemani saya dan Pak Hidayat Nurwahid. Mereka meminta keikhlasan Indonesia untuk mendukung Iran,”ujarnya. Parlemen Iran,jelas Najib,juga meminta Indonesia mengajak pendukungnya untuk memberikan dukungan ke Iran. Hanya, parlemen Iran juga tidak ngotot harus memenangkan pertarungan ini.
Bahkan, Iran menyatakan siap mengalihkan dukungannya jika Indonesia tetap bersikeras maju sebagai kandidat.“Jika Indonesia maju, Iran menyatakan akan mendukung. Namun, jika Indonesia memilih mundur dan memercayakan suara kepada Iran, maka mereka akan sangat berterima kasih dan akan menjalankan amanah tersebut dengan sebaiknya,” paparnya.
Sementara itu,Marzuki Alie dalam sambutannya sebagai Presiden PUIC mengingatkan pentingnya persatuan umat Islam di seluruh dunia.Menurut dia,saat ini umat Islam menghadapi berbagai tantangan, seperti ketidakadilan global, sikap standar ganda, dan Islamophobia. “Selain itu, sejumlah negara Islam masih mengalami penjajahan, khususnya Palestina,” ungkap Marzuki.
Yang tidak kalah pentingnya, lanjut politikus Partai Demokrat ini, perlunya meningkatkan sumber daya manusia (SDM), penguasaan sains dan teknologi,serta kerja sama ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan umat Islam. Implementasi demokrasi, kata dia, apapun bentuk negaranya, perlu dilakukan dalam upaya mengoptimalkan potensi yang dimiliki. Karena itu, penguatan peran parlemen merupakan salah satu bentuk yang perlu dilakukan.
Marzuki juga menyinggung perlunya dukungan hak bagi setiap negara untuk mengembangkan teknologi nuklir untuk tujuan damai. Seusai memberikan sambutan, Marzuki Alie mendapat standing applauseyang cukup lama dari peserta PUIC. Terpilihnya Marzuki sebagai Presiden PUIC sudah diperkirakan sejak awal. Sebab, beberapa negara peserta PUIC sebelumnya sempat memberikan dukungannya kepada Indonesia.
Salah satu dukungan diberikan Sekretaris Jenderal PUIC Mahmud Erol Kilic saat pembicaraan bilateral pada sidang Asian Parliamentary Assembly (APA) di Bandung beberapa waktu lalu. Saat itu,Mahmud menyatakan harapannya agar Indonesia dapat menjabat Presiden PUIC periode berikutnya. Ketua BKSAP Hidayat Nurwahid mengatakan, munculnya keinginan Indonesia sebagai calon Presiden PUIC bermula dari pertemuannya dengan Mahmud Erol Kilic.
“Itu kan bermula dari pembicaraan saya dengan Sekjen Kilic di New York pada 19 November 2009 lalu. Saat itu Kilic mengatakan bahwa pada periode berikutnya kepemimpinan PUIC adalah jatah dari perwakilan Asia,” ungkap Hidayat. Menurut Hidayat, akan sangat baik jika Indonesia menjadi Presiden PUIC.
Sebab, Indonesia adalah negara terbesar penduduk Islamnya di Asia. “Dengan Indonesia yang menjadi Presiden PUIC, maka peluang sangat besar untuk Indonesia bisa berkiprah di dunia Islam yang lebih luas,”ungkapnya.
Sumber : indonesia.go.id


Leave a Reply