“Berdoalah kepada-Ku niscaya akan kuperkenankan bagimu……( QS. Al Mukmin : 60 )

Kalau Tuhan sudah menjanjikan bahwa doa (yang kita lakukan) pasti dikabulkan, sementara kita berdoa setiap saat, itu artinya selama ini doa kita sebenarnya sudah dikabulkan. Wujudnya adalah hidup kita. Hidup kita lah hasil dari doa kita selama ini. Bahkan sampai saat detik ini pun, kita masih diberi hidup artinya kita masih diberi kesempatan untuk menikmati terkabulnya permintaan-permintaan kita. Doa kita merupakan hasil dari pikiran kita selama ini, baik positif ataupun negatif. Kalau doa kita baik, kita akan mendapatkan kebaikan dan begitupun sebaliknya. Bukankah dalam sehari kehidupan kita tidak pernah terlepas dari kebaikan dan keburukan. Itu semua adalah akumulasi dari pergumulan pikiran dan perasaan kita. Oleh karena itu waspadalah terhadap apa yang kita pikir dan rasakan. Karena dalam pikiran dan perasaan itulah ada esensi dari doa. Ketika kita memikirkan dan fokus pada satu hal, alam semesta akan menerima signal buah dari perhatian kita. Kemudian melalui Hukum Daya Tariknya, Alam semesta akan memberikan atau mengirimkan apa pun yang kita beri perhatian baik dalam bentuk pikiran atau perasaan. Ketika kita fokus dalam bentuk pikiran dan perasaan, doa akan muncul berbentuk sebuah pesan kemudian melesat ke atas. Dia ibarat anak panah yang ditarik kemudian dilepaskan dari busurnya. Butuh kekuatan besar ( keyakinan besar ) agar anak panah ( doa ) kita tepat pada sasaran dalam waktu relatif singkat. Selamat Berdoa….!

Renungan oleh : Khoirul Fata ( Mahasiswa tingkat akhir, Bahasa Arab, Universitas Al- Azhar Kairo )