<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Qommunity Radio Network &#187; Berita</title>
	<atom:link href="http://qommunityradio.net/category/berita/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://qommunityradio.net</link>
	<description>Bersatu Mempererat Persaudaraan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Jan 2012 20:19:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>in</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.3</generator>
		<item>
		<title>Merobek Potret Hitam Islam (10 Tesis Anti Kebencian)</title>
		<link>http://qommunityradio.net/2012/01/04/merobek-potret-hitam-islam-10-tesis-anti-kebencian/</link>
		<comments>http://qommunityradio.net/2012/01/04/merobek-potret-hitam-islam-10-tesis-anti-kebencian/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Jan 2012 18:36:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://qommunityradio.net/?p=749</guid>
		<description><![CDATA[Hampir tiap hari kita mendengar analisis, ungkapan, kesimpulan, persepsi-persepsi dari ilmuwan, cendikiawan dan politikus Barat tentang Islam. Dari kacamata Barat, diingkari atau tidak, citra Islam terasosiasi tidak baik. Jarang, ada seseorang yang mampu menggambarkan dialektika dunia Barat dan dunia Islam, tanpa terjebak di lubang prasangka, curiga, sinisme, atau kebencian. Dan puji Tuhan. Tidak seperti yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="yui_3_2_0_1_1325701767150112" style="text-align: justify;">Hampir  tiap hari kita mendengar analisis, ungkapan, kesimpulan,  persepsi-persepsi dari ilmuwan, cendikiawan dan politikus Barat tentang  Islam. Dari kacamata  Barat, diingkari atau tidak, citra Islam terasosiasi tidak baik.  Jarang, ada seseorang yang mampu menggambarkan dialektika dunia Barat  dan dunia Islam, tanpa terjebak di lubang prasangka, curiga, sinisme,  atau kebencian.</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;">Dan  puji Tuhan. Tidak seperti yang lain, seorang politikus dari partai CDU  (Kristen-Demokrat) yang pernah 18 tahun duduk di parlemen Jerman, Jürgen  Todenhöfer, telah membaca Quran. Juga tidak seperti yang lain, ia telah  menghabiskan bertahun-tahun hidupnya pada banyak perjalanan di dunia  islam: Irak, Iran, Libya, Sudan sampai Afghanistan.<span id="more-749"></span></div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;">Setelah  membaca, mengamati dan berpikir, Todenhöfer menulis. Hasilnya: sebuah  buku “Feinbild Islam – Zehn Thesen gegen Hass” (Potret Buruk Islam &#8211;  Sepuluh Tesis Anti Kebencian&#8221;), yang terbit di akhir tahun 2011.</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;"><strong>Barat Lebih „Brutal“ dari Dunia Islam </strong></div>
<div style="text-align: justify;"><strong><br />
</strong></div>
<div style="text-align: justify;">Todenhöfer,  dalam  tesis pertama, mengingatkan fakta sejarah yang sering terlupa di dua  abad terakhir. Barat jauh lebih brutal daripada dunia Muslim. Jutaan  warga sipil Arab tewas sejak kolonialisme dimulai. Atas nama  kolonialisasi, Prancis pernah membunuh lebih dari dua juta penduduk  sipil di Aljazair, dalam kurun waktu 130 tahun. Atas nama kolonialisasi,  Italia pernah menggunakan phosphor dan gas mustard untuk menghabisi  penduduk sipil di Libya. Atas nama kolonialisasi, Spanyol juga pernah  menggunakan senajata kimia di Marokko.</div>
<div style="text-align: justify;">Tidak  berbeda di era setelah perang dunia kedua. Dalam invansi perang Teluk  kedua, semenjak tahun 2003, UNICEF menyebutkan, 1,5 juta penduduk sipil  Irak terbunuh. Sepertiganya anak-anak. Tidak sedikit dari korban  terkontaminasi amunisi uranium. Di Baghdad, hampir setiap rumah  kehilangan satu anggota keluarganya.</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;">Sebaliknya,  di dua abad terakhir, tidak satu pun negara islam menyerang,  mengintervensi, mengkolonialisasi Barat. Perbandingan jumlah korban mati  (dunia Islam: dunia Barat) adalah 10:1. Problema besar dunia, di dua  abad belakangan ini, bukan kebrutalan Islam, tapi kebrutalan beberapa  negara-negara Barat.</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;"><strong>Mempromosikan Anti-Terorisme, Melahirkan Terorisme </strong></div>
<div style="text-align: justify;"><strong><br />
</strong></div>
<div style="text-align: justify;">Terorisme  jelas tidak dibenarkan. Menilik secara objektiv, terorisme justru lahir  dari politik anti-terorisme Barat yang keliru. &#8220;Seorang pemuda muslim,&#8221;  tulis Todenhöfer, &#8220;yang secara rutin memantau berita di televisi, hari  demi hari, tahun demi tahun, akan situasi di Irak, Afghanistan,  Pakistan, Palestina dan di tempat lain, di mana perempuan, anak-anak dan  penduduk sipil, dihabisi oleh Barat dengan brutal, justru diprovokasi  untuk menjadi seorang teroris.&#8221;</div>
<div style="text-align: justify;">Beruntung  saja, sebagian besar pemuda islam tidak terpancing. Mereka memilih  jalan yang berbeda. Di Tunisia, Mesir, Libya, Marokko, dan negara-negara  muslim lainnya, mereka menjawab ketidak-adilan yang menimpa mereka  melalui jalan demokrasi dan teriakan kebebasan, bukan teror dan  kekerasan.</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;"><strong>Terorisme: Fenomena Dunia, Bukan Fenomena Islam</strong></div>
<div style="text-align: justify;"><strong><br />
</strong></div>
<div style="text-align: justify;">Pemeo  favorit di setiap diskursi bertemakan terorisme: “Tidak setiap muslim  teroris, tapi seluruh teroris adalah muslim.” Selain jauh dari benar,  dengan data dan fakta, propaganda ini mudah dipatahkan.</div>
<div style="text-align: justify;">Data  resmi Badan Kepolisian Eropa, Europol, menyebutkan: Dari 249 aksi teror  di tahun 2010, hanya tiga yang pelakunya berlatar belakang Islam. Bukan  200, bukan 100 – tapi tiga! Data di tahun-tahun sebelumnya, juga tidak  kalah mengejutkan: Dari 294 aksi terror di tahun 2009, hanya satu yang  berlatar belakang Islam. Hanya satu dari 515 aksi teror di tahun 2008.  Hanya empat dari 583 di tahun 2007.</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;"><strong>Hukum Internasional untuk Semua</strong></div>
<div style="text-align: justify;"><strong><br />
</strong></div>
<div style="text-align: justify;">Di  hadapan hukum internasional, dunia Barat selalu mentematisir, dan  merekam dengan baik, 3500 korban terorisme yang pernah jatuh atas nama  „teror-Islam“ semenjak pertengahan 1990-an (termasuk korban WTC, pada  11/9). Tapi mengapa ratusan-ribu warga sipil yang terbunuh dalam  intervensi di Irak tidak pernah ditematisir?</div>
<div style="text-align: justify;">Lebih  jauh, Todenhöfer bertanya kritis: “Mengapa elite Barat, tidak pernah  sekalipun menimbang; membawa George W. Bush dan Tony Blair ke hadapan  mahkamah internasional, atas serangan sepihaknya ke Irak? Apakah hukum  internasional hanya berlaku untuk orang-orang non-Barat?“</div>
<div style="text-align: justify;">Perang,  bukan jawaban untuk aksi-aksi terorisme. Perang, hanya manis untuk  mereka yang tidak mengenalnya. Teroris yang membunuh orang-orang tidak  berdosa, bukanlah pejuang kebebasan, bukan pahlawan, bukan pula syuhada.  Mereka mengkhianati agama mereka. Mereka adalah pembunuh.</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;"><strong>Muslim, Toleransi dan „Perang Suci“</strong></div>
<div style="text-align: justify;"><strong><br />
</strong></div>
<div style="text-align: justify;">Bukan  Muslim, yang atas nama kolonialisasi membunuh 50 juta nyawa di seantero  Afrika dan Asia. Bukan Muslim, yang atas nama perang dunia pertama dan  kedua menghabiskan 70 juta nyawa. Bukan pula Muslim, yang menggencarkan genosida terhadap 6 juta orang-orang Yahudi.</div>
<div style="text-align: justify;">Islam tidak mengenal kata suci dalam kaitannya dengan perang. Jihad  bermakna sungguh-sungguh di jalan Tuhan. Tidak ada satu tempat pun di  Quran yang memaknakan jihad dengan perang suci. Karena perang tidak  pernah suci, dan kesucian hanya ada  di jalan perdamaian.</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;"><strong>Kontekstual Quran dan Islam-Teroris</strong></div>
<div style="text-align: justify;"><strong><br />
</strong></div>
<div style="text-align: justify;">Permasalahan  besar dalam perdebatan Quran di Barat, adalah setiap orang bernafsu  membicarakannya, sangat-sangat sedikit yang pernah membacanya.</div>
<div style="text-align: justify;">Sebagian besar mereka tidak lagi rasional dan ilmiah. Hanya  mengutip beberapa tekstual yang mengesankan islam pro “perang” tanpa  pernah mau tahu konteksnya. Padahal pesan-pesan Quran yang dikesankan  seperti itu, spesifik diterima Muhammad, dalam konteks  perlawanan antara penduduk Mekkah dan Madinah, waktu itu.</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;">Seperti Musa dan Isa, Muhammad tidak dilahirkan pada situasi dunia yang sedang vakum, apalagi damai. Mereka  hadir pada saat moralitas dunia bobrok, penuh perang, perjuangan dan  perlawanan. Adalah sangat lumrah beberapa tekstual yang terkesan pro  “perang” itu bisa ditemukan di Quran, semudah bisa ditemukan di kitab  Perjanjian Lama dan kitab Perjanjian Baru.</div>
<div style="text-align: justify;">Secara semantis, diksi “islam-teroris”, “kristen-teroris” atau “yahudi-teroris” adalah sebuah penyesatan bahasa. Terorisme,  menurut Todenhöfer, berdiri di atas instrumen setan, tidak boleh  dikaitkan dengan kesucian Tuhan dan keagamaan. Memang benar, di dalam  Islam, Kristen, atau Yahudi ada ideologi yang mengajarkan teror &#8211; tapi  bukan ajaran agamanya. Ideologi ini tidak mengantarkan mereka ke surga,  tapi ke neraka.</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;"><strong>Fakta atau <em>fake ?</em></strong></div>
<div style="text-align: justify;"><strong><em><br />
</em></strong></div>
<div style="text-align: justify;">Kalimat  andalan kritikus anti-Islam di barat: „siapa yang menginginkan  panggilan azan terdengar di kota-kota kami, harus membiarkan juga  lonceng gereja berbunyi di kota-kota mereka!&#8221; Padahal nyatanya: Di  Teheran, semisal, berdiri banyak gereja. Loncengnya berbunyi tidak  jarang, dan tidak pelan. Lebih jauh, anak-anak kristen memiliki  pelajaran agamanya sendiri (sesuatu yang luxus untuk anak-anak muslim di  Barat).</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;">Barat  megidentifikasi jilbab sebagai simbol pengekangan dan ketertindasan.  Dari survey resmi di Barat, wanita-wanita  pemakai jilbab, yang begitu  dipedulikan Barat itu, justru berkata lain (memakainya atas kesadaran  pribadi). Sinisme jilbab, sebagian besar justru datang dari mereka yang  tidak berjilbab dan anti-jilbab. Memaksa seseorang berjilbab, jelas  menyalahi hak asasi. Tidak jauh berbeda, dari prosesi pemaksaan untuk  melepasnya.</div>
<div style="text-align: justify;">Barat  menuduh perempuan-perempuan islam tidak berpendidikan. Fakta dari dunia  islam menjawab lain. Secara statistis, perempuan di negara-negara  mayoritas islam, justru lebih berpendidikan dibanding Barat: 30%  Profesor di Mesir perempuan, padahal di Jerman jumlahnya hanya sekitar  20%. Lebih dari 60% mahasiswa di Iran adalah perempuan. Di Uni Emirat  Arab, sudah  semenjak tahun 2007, mahasiswa perempuan menginjak angka yang sulit  dipercaya: 77%.</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;"><strong>Seorang Muslim = Seorang Yahudi = Seorang Kristen</strong></div>
<div style="text-align: justify;"><strong><br />
</strong></div>
<div style="text-align: justify;">Tidak  ada seorang bayi pun terlahir sebagai seorang teroris. Barat harus  memperlakukan seorang Muslim, persis seperti seperti mereka  memperlakukan seorang Kristen atau Yahudi.</div>
<div style="text-align: justify;">Tidak jarang kita dengar politikus dan aktivis Barat, demonstratif, mengumbar kalimat penuh kebencian terhadap Islam. Frank Graham, penasehat George W. Bush, menyebut Islam sebagai „agama iblis dan sihir”. Politikus  kanan Belanda, Geert Wilders, menyebut Islam sebagai “agama fasis”.  Thilo Sarrazin, politikus Jerman memberikan thesis: „secara genetis,  anak-anak dari keluarga Islam, dilahirkan di bawah tingkat kecerdasan  rata-rata.”</div>
<div style="text-align: justify;">Bayangkan  sejenak, jika Frank Graham, Greet Wilders, dan Thilo Sarrazin mengganti  objek tesis-nya bukan kepada &#8220;Islam&#8221;, tetapi menjadi &#8220;Yahudi&#8221; atau  “Kristen”. Tidakkah ucapan seperti itu akan menjadi badai kemarahan yang  dahsyat? Mengapa Barat boleh mengatakan hal-hal penuh fasistik dan  rassist terhadap Islam, yang justru di kalangan orang-orang Kristen dan  Yahudi sesuatu yang tabu? Barat harus mengakhiri demonisasi Islam dan  Muslim.</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;"><strong>Muslim Melawan Teror</strong></div>
<div style="text-align: justify;"><strong><br />
</strong></div>
<div style="text-align: justify;">Di  tesis kesembilan, Todenhöfer mengajak umat Islam, melalui sebuah  reformasi sosial, menjejak Nabi Muhammad yang berjuang untuk sebuah  Islam yang beradab dan toleran. Untuk tatanan ekonomi dan politik yang  dinamis, bukan statis – sambil mempertahankan identitas keagamaannya.  Untuk persamaan yang penuh, pria dan wanita. Untuk kebebasan beragama  yang nyata.</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;">Tidak  seperti politikus umumnya, Muhammad, bukan seorang reaksioner. Dia  adalah seorang revolusioner, berani berpikir dan berani mematahkan  belenggu tradisi. Islam di masa Muhammad bukanlah agama stagnan, apalagi  regresif, tetapi pembaruan dan perubahan. Muhammad berjuang untuk  perubahan sosial, ia pahlawan orang miskin dan orang lemah. Dia  mengangkat hak-hak kaum perempuan, yang di periode sebelumnya nyaris  tidak ada.</div>
<div style="text-align: justify;">Muhammad  bukan seorang fanatik atau seorang ekstrimis. Dia hanya ingin membawa  orang-orang Arab, yang kala itu terjebak pada belenggu politeistik,  untuk kembali ke sumber aslinya yang murni, agama Ibrahim, persis  seperti yang disuarakan Musa dan Isa.</div>
<div style="text-align: justify;">Terorisme,  yang berada di sekelumit dunia Islam pada hari ini adalah distorsi  ajaran Muhammad. Ini adalah kejahatan melawan Islam. Dunia Islam tidak  boleh membiarkan citra baik Islam, yang dibangun Muhammad 14 abad yang  lalu, dihancurkan seketika oleh ideologi kriminal ini. Dunia Islam perlu  memerangi ideologi terorisme ini, persis seperti Muhammad memerangi  berhala-berhala dari periode pra-Islam.</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;"><strong>Politik Bukan Perang</strong></div>
<div style="text-align: justify;"><strong><br />
</strong></div>
<div style="text-align: justify;">Kalimat bijak pernah mengajarkan: &#8220;ketika kamu tidak bisa menaklukan musuhmu, peluk dia!&#8221;</div>
<div style="text-align: justify;">Masalah  kompleks di Timur tengah, hanya bisa diselesaikan dengan jalur politik,  bukan dengan perang. Barat harus membuka pintu diskusi yang lebih lebar  untuk dunia Islam. Barat harus membuka ruang bilateral dan unilateral  lebih besar untuk negara-negara Arab. Kesatuan dan stabilitas yang perah  terjadi di Uni Eropa, nyatanya, tidak berdiri di atas invansi senjata,  tapi di atas politik diplomatisasi yang penuh visi.</div>
<div style="text-align: justify;">Barat  dan Dunia Islam perlu menjalin kesamaan visi: sebuah dunia, yang setiap  negara di dalamnya dihargai. Sebuah penghargaan, yang tanpa  diskriminasi. Politik anti-diskriminasi, yang dibangun di atas keadilan  dan kebebasan, bukan perang, apalagi penindasan.***</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;">Ditulis oleh  Sultan Haidar Shamlan, Mahasiswa Universitas Tekhnik Darmstadt, Jerman yang juga mantan crew Qommunity Radio.</div>
<div style="text-align: justify;"><em>(Tulisan diupload oleh Andi Tinellung Nur Ilahi, Crew Qommunity Radio, studio Berlin, Jerman)</em></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://qommunityradio.net/2012/01/04/merobek-potret-hitam-islam-10-tesis-anti-kebencian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PPI Jerman Gelar Sport Fest 2011</title>
		<link>http://qommunityradio.net/2011/07/23/ppi-jerman-gelar-sport-fest-2011/</link>
		<comments>http://qommunityradio.net/2011/07/23/ppi-jerman-gelar-sport-fest-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Jul 2011 12:17:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://qommunityradio.net/?p=664</guid>
		<description><![CDATA[Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Jerman bekerjasama dengan PPI Berlin dan Kedutaan Besar RI di Berlin menyelenggarakan Sport Fest pada tanggal 23-24 Juli 2011 bertempat disalah satu gelanggang olahraga di Berlin. Pelaksanaan Sport Fest ini diikuti oleh lebih dari 350 peserta, baik dari kalangan pejalar dan mahasiswa maupun dari kalangan masyarakat Indonesia. Para peserta ini datang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Jerman bekerjasama dengan PPI Berlin dan Kedutaan Besar RI di Berlin menyelenggarakan <em>Sport Fest</em> pada tanggal 23-24 Juli 2011 bertempat disalah satu gelanggang olahraga di Berlin.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="size-medium wp-image-667 aligncenter" title="01-SportFest" src="http://qommunityradio.net/wp-content/uploads/2011/07/01-SportFest-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" />Pelaksanaan <em>Sport Fest</em> ini  diikuti oleh lebih dari 350 peserta, baik dari kalangan pejalar dan  mahasiswa maupun dari kalangan masyarakat Indonesia. Para peserta ini  datang dari berbagai kota di Jerman dan juga Belanda, seperti Berlin,  Bremen, Dessau, Frankfurt, Damrstadt, Göttingen, Hamburg, Hannover,  Kassel, Nordhausen, Leipzig, Grifswald, Karlsruhe, Zittau dan Den Haag.</p>
<p style="text-align: justify;">Acara yang dibuka oleh Duta Besar RI di  Berlin ini dimaksudkan untuk mempererat ikatan tali organisasi PPI antar  kota dan tali persahabatan antar masyarakat Indonesia di Jerman.</p>
<p style="text-align: justify;">Adapun cabang olahraga yang dipertandngkan adalah bulutangkis, tenis meja, bola basket, bola voli, sepak bola dan tarik tambang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://qommunityradio.net/2011/07/23/ppi-jerman-gelar-sport-fest-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mesir buka perbatasan Rafah secara permanen</title>
		<link>http://qommunityradio.net/2011/05/29/mesir-buka-perbatasan-rafah-secara-permanen/</link>
		<comments>http://qommunityradio.net/2011/05/29/mesir-buka-perbatasan-rafah-secara-permanen/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 May 2011 20:26:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://qommunityradio.net/?p=652</guid>
		<description><![CDATA[Mesir pada Sabtu (28/5/2011) membuka kembali perbatasan Rafah dengan Jalur Gaza, sehingga memungkinkan siapapun untuk menyeberang secara bebas untuk pertama kalinya dalam empat tahun, AFP melansir. Bus pertama yang penuh dengan penumpang menyeberang ke Mesir pada hari Sabtu pagi (28/5) di terminal Rafah, tempat sekitar 400 warga Gaza menunggu. Selain itu, hari ini terdapat dua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span> </span>Mesir pada Sabtu (28/5/2011) membuka kembali  perbatasan Rafah dengan Jalur Gaza, sehingga memungkinkan siapapun untuk  menyeberang secara bebas untuk pertama kalinya dalam empat tahun, <em>AFP</em> melansir.</p>
<p style="text-align: justify;">Bus pertama yang penuh dengan penumpang menyeberang ke Mesir pada  hari Sabtu pagi (28/5) di terminal Rafah, tempat sekitar 400 warga Gaza  menunggu.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain itu, hari ini terdapat dua ambulans yang mengangkut pasien  dari Jalur Gaza untuk memperoleh perawatan yang layak di Mesir.<span id="more-652"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Menteri Luar Negeri Mesir, Nabil al-Arabi, mengumumkan pada tanggal  29 April, setelah rekonsiliasi antara Fatah dan Hamas, menyatakan bahwa  perbatasan itu akan dibuka secara permanen. Langkah ini akan membantu  meringankan blokade yang dikenakan oleh Israel terhadap Gaza.</p>
<p style="text-align: justify;">Perbatasan Rafah akan dibuka selama delapan jam setiap hari kecuali  hari Jumat dan hari libur. Meski demikian, perbatasan ini tetap tidak  bisa dilewati oleh angkutan barang.</p>
<p style="text-align: justify;">Sejak pengusiran dari mantan presiden Hosni Mubarak pada tanggal 11 Februari, dewan militer telah melonggarkan pengaturan ketat Mesir di  Rafah.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara itu, dibukanya perbatasan ini ternyata membawa kekhawatiran  tersendiri bagi Israel. Negara Zionis itu menganggap bahwa langkah  tersebut akan lebih memudahkan para ‘militan’ untuk masuk dan keluar  dari Gaza. (arrahmah.com)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://qommunityradio.net/2011/05/29/mesir-buka-perbatasan-rafah-secara-permanen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Indonesia dan Mesir menggalang dukungan untuk pengakuan kemerdekaan Palestina</title>
		<link>http://qommunityradio.net/2011/05/26/indonesia-dan-mesir-menggalang-dukungan-untuk-pengakuan-kemerdekaan-palestina/</link>
		<comments>http://qommunityradio.net/2011/05/26/indonesia-dan-mesir-menggalang-dukungan-untuk-pengakuan-kemerdekaan-palestina/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 May 2011 08:05:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://qommunityradio.net/?p=611</guid>
		<description><![CDATA[Dalam Konferensi Tingkat Menteri Ke-16 Gerakan Nonblok, pertemuan bilateral Menteri Luar negeri RI Marty Natalegawa dengan Menteri Luar Negeri Mesir Nabil Abdalla El Araby pada selasa (24/5/2011) malam, menghasilakan sebuah kesepakatan bahwa Indonesia dan Mesir saling bahu-membahu menggalang dukungan sebanyak mungkin bagi pengakuan kemerdekaan dan kedaulatan negara Palestina. Langkah awal penggalangan dukungan ini adalah membujuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Dalam Konferensi Tingkat Menteri Ke-16 Gerakan Nonblok, pertemuan bilateral Menteri Luar negeri RI Marty Natalegawa dengan Menteri Luar Negeri Mesir Nabil Abdalla El Araby pada selasa (24/5/2011) malam, menghasilakan sebuah kesepakatan bahwa Indonesia dan Mesir saling bahu-membahu menggalang dukungan sebanyak mungkin bagi pengakuan kemerdekaan dan kedaulatan negara Palestina.</p>
<p style="text-align: justify;">Langkah awal penggalangan dukungan ini adalah membujuk negara sesama anggota Gerakan Nonblok di kawasan masing-masing untuk segera mengakui Palestina, demikian dipaparkan Menteri Luar Negeri RI Marty Natalegawa seusai pertemuan tersebut Hotel Grand Hyatt, Nusa Dua, Bali, Selasa (24/5/2011) malam.<span id="more-611"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Marty, RI dan Mesir sepakat untuk memajukan proses perdamaian Palestina dengan mengambil langkah-langkah dukungan yang lebih konkret. Tujuan paling dekat yang akan dicapai bersama oleh dua negara dalam KTM GNB ini adalah membujuk sesama negara anggota GNB yang belum mengakui kedaulatan Palestina untuk segera mengubah sikapnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebelumnya, Palestina berencana mencari dukungan dan pengakuan kedaulatan dari PBB dalam Sidang Majelis Umum PBB di New York, September mendatang. Langkah Palestina yang mendapat tentangan Israel dan AS itu diperkirakan akan lolos di tingkat sidang Majelis Umum PBB karena mayoritas negara anggota PBB sudah mengakui kedaulatan Palestina.</p>
<p style="text-align: justify;">Meski demikian, dari total 192 negara anggota PBB, masih ada 79 negara yang belum mengakui Palestina. Dari jumlah tersebut, 29 negara di antaranya adalah anggota GNB. “Indonesia dan Mesir sepakat untuk menggalang dukungan dari sesama anggota GNB yang berada di wilayah masing-masing,” tutur Marty seperti yang dikutip Kompas.com.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat ini ada beberapa Negara ASEAN yang belum mengakui kedaulatan Palestina yaitu Myanmar, Thailand, dan Singapura.</p>
<p style="text-align: justify;">Wakil Tetap RI di PBB Hassan Kleib sebelumnya mengatakan, kesempatan KTM GNB kali ini memberikan perhatian khusus bagi Palestina. Paling tidak, akan digelar dua pertemuan khusus untuk membicarakan Palestina.</p>
<p style="text-align: justify;">Satu pertemuan akan diadakan Komite Palestina GNB untuk membicarakan Palestina dari segala aspek, sementara satu pertemuan lagi adalah pertemuan khusus tingkat menteri luar negeri untuk membicarakan tahanan politik Palestina di Israel.</p>
<p style="text-align: justify;">“Sampai saat ini paling tidak masih ada 6.000 tahanan politik Palestina di Israel,” ungkap Hassan, yang juga menjadi anggota Biro Koordinasi GNB di PBB.</p>
<p style="text-align: justify;">Meski Palestina mendapat dukungan dari mayoritas anggota PBB di Sidang Majelis Umum PBB nanti, keputusan pengakuan kedaulatan sebuah negara harus melewati persetujuan Dewan Keamanan PBB.</p>
<p style="text-align: justify;">AS, sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB yang menentang rencana pencarian pengakuan kedaulatan Palestina secara sepihak, sangat mungkin menggunakan hak vetonya untuk menggagalkan kemerdekaan Palestina.  (arrahmah.com)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://qommunityradio.net/2011/05/26/indonesia-dan-mesir-menggalang-dukungan-untuk-pengakuan-kemerdekaan-palestina/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cuplikan QR-Motivation Disiarkan Oleh Qommunity Radio</title>
		<link>http://qommunityradio.net/2010/12/16/cuplikan-qr-motivation-disiarkan-oleh-qommunity-radio/</link>
		<comments>http://qommunityradio.net/2010/12/16/cuplikan-qr-motivation-disiarkan-oleh-qommunity-radio/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Dec 2010 10:39:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://qommunityradio.net/?p=567</guid>
		<description><![CDATA[QR-Motivation adalah wahana pengembangan dan motivasi diri sesuai dengan nilai-nilai islami. Diasuh oleh motivator Miftahur Rahman El Banjary ( Penulis Quantum Motivation ). Program ini hadir setiap hari rabu, pukul 15.00 waktu kairo hanya di www.qommunityradio.net add idnya qommunityradio@yahoo.com]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">QR-Motivation adalah wahana pengembangan dan motivasi diri sesuai dengan nilai-nilai islami. Diasuh oleh motivator Miftahur Rahman El Banjary ( Penulis Quantum Motivation ). Program ini hadir setiap hari rabu, pukul 15.00 waktu kairo hanya di <a onmousedown="UntrustedLink.bootstrap($(this), &quot;5eb34&quot;, event);" rel="nofollow" href="http://www.qommunityradio.net/" target="_blank">www.qommunityradio.net</a> add idnya qommunityradio@yahoo.com</p>
<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="480" height="385" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/7i_AD2yTlAo?fs=1&amp;hl=de_DE" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="480" height="385" src="http://www.youtube.com/v/7i_AD2yTlAo?fs=1&amp;hl=de_DE" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://qommunityradio.net/2010/12/16/cuplikan-qr-motivation-disiarkan-oleh-qommunity-radio/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Himbauan kepada kaum muslimin di Jerman untuk berperan aktif bagi keamanan nasional</title>
		<link>http://qommunityradio.net/2010/11/26/himbauan-kepada-kaum-muslimin-di-jerman-untuk-berperan-aktif-bagi-keamanan-nasional/</link>
		<comments>http://qommunityradio.net/2010/11/26/himbauan-kepada-kaum-muslimin-di-jerman-untuk-berperan-aktif-bagi-keamanan-nasional/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Nov 2010 22:18:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://qommunityradio.net/?p=564</guid>
		<description><![CDATA[Ajakan kepada kaum muslimin yang tinggal di Jerman untuk bersikap waspada dan tanggap serta memberikan laporan kepada pihak berwenang terkait rencana aksi terorisme di Jerman disampaikan oleh Steffan Müller selaku juru bicara bidang integrasi politik dari partai koalisi pemerintah. Dalam keterangan pers tanggal 22 Nopember 2010, Menteri Dalam Negeri Jerman Thomas de Maiziere memperingatkan akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Ajakan kepada kaum muslimin yang tinggal di Jerman untuk bersikap waspada dan tanggap serta memberikan laporan kepada pihak berwenang terkait rencana aksi terorisme di Jerman disampaikan oleh Steffan Müller selaku juru bicara bidang integrasi politik dari partai koalisi pemerintah.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam keterangan pers tanggal 22 Nopember 2010, Menteri Dalam Negeri Jerman Thomas de Maiziere memperingatkan akan ancaman teror yang dilakukan oleh kelompok radikal islam menjelang peringatan natal tahun ini.<span id="more-564"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Selanjutnya Steffan Müller menekankan bahwa sebagian besar kaum muslimin di Jerman tidak ada kaitannya dengan rencana aksi teror. Untuk itu dirinya mengajak kepada warga muslim untuk ikut melaporkan apabila terdapat oknum yang mencurigakan dan segera melaporkannya kepada aparat keamanan.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketua Dewan Pusat Islam Jerman, Aiman Mazyek mengungkapkan kekhawatirannya akan adanya praduga dan kecurigaan yang berlebihan sehingga akhirnya dapat memunculkan kebencian terhadap penganut agama islam.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://qommunityradio.net/2010/11/26/himbauan-kepada-kaum-muslimin-di-jerman-untuk-berperan-aktif-bagi-keamanan-nasional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Indonesia-Jerman Tingkatkan Kerjasama Ristek</title>
		<link>http://qommunityradio.net/2010/09/27/indonesia-jerman-tingkatkan-kerjasama-ristek/</link>
		<comments>http://qommunityradio.net/2010/09/27/indonesia-jerman-tingkatkan-kerjasama-ristek/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Sep 2010 19:11:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://qommunityradio.net/?p=536</guid>
		<description><![CDATA[Kerjasama ristek  Indonesia-Jerman yang sudah berlangsung selama 31 tahun tersebut telah banyak memberikan keuntungan baik bagi Indonesia maupun Jerman. Berbagai upaya senantiasa dilakukan agar kerjasama tersebut dapat ditingkatkan dan mencapai hasil yang optimal, khususnya bagi kepentingan pembangunan di Indonesia, dengan memetik manfaat keunggulan Jerman di bidang tersebut. Dalam kaitan itu, Delegasi Indonesia yang dipimpin oleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-538" title="kerjasamaristek-berlin" src="http://qommunityradio.net/wp-content/uploads/2010/09/kerjasamaristek-berlin-150x150.jpg" alt="kerjasamaristek-berlin" width="150" height="150" />Kerjasama ristek  Indonesia-Jerman yang sudah berlangsung  selama 31 tahun tersebut telah banyak memberikan keuntungan baik bagi  Indonesia maupun Jerman. Berbagai upaya senantiasa dilakukan agar  kerjasama tersebut dapat ditingkatkan dan mencapai hasil yang optimal,  khususnya bagi kepentingan pembangunan di Indonesia, dengan memetik  manfaat keunggulan Jerman di bidang tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam kaitan itu, Delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Menristek, Suharna Surapranata telah melakukan pertemuan dengan  <em>Parliamentary State Secretary</em>, Kementerian Pendidikan dan Riset Federal Jerman (BMBF), Mr. Thomas Rachel, pada tanggal 22 September 2010.   Selain  mengucapkan terima kasih atas berbagai proyek yang telah dikembangkan  Jerman di Inddonesia, dalam pertemuan tersebut, Menristek juga  menyampaikan beberapa langkah-langkah yang akan dilakukan oleh  Kemenegristek dalam rangka menindaklanjuti kerjasama yang telah  berlangsung selama ini. Salah satu hal yang menjadi fokus pembicaraan  adalah juga rencana kerjasama membangun Sistem Inovasi Nasional (SIN)  yang merupakan salah satu program nasional khususnya pengembangan  inovasi dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.<span id="more-536"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Sementara  itu, Mr. Thomas Rachel menyampaikan komitmen Jerman untuk membantu  Indonesia dalam kerjasama ristek serta menyampaikan  beberapa beberapa langkah-langkah lanjutan mengenai proyek-proyek  kerjasama <em>Tsunami Early Warning System</em> (TEWS), <em>Science for the Protection of Indonesian Coastal Ecosystems</em> (SPICE), dan juga <em>Geothermal Energy</em>. Khususnya untuk proyek <em>Integrated Water Resource Management </em>di  gua Bribin, Gunung Kidul, Jawa Tengah, Mr. Rachel menyebutkan bahwa  proyek tersebut merupakan suatu prestasi tersendiri sebagai salah satu  kerjasama Indonesia-Jerman dan merupakan satu-satunya di dunia serta  telah memberikan bantuan pengadaan air kepada lebih 80.000 orang di  daerah Gunung Kidul.</p>
<p style="text-align: justify;">Komitmen  Jerman untuk meningkatkan kerjasama dengan Indonesia di bidang Ristek  tidak pernah berhenti. Berbagai proyek yang dilakukan selama ini seperti  proyek <em>Tsunami Early Warning System</em> (TEWS), pengembangan <em>Business Technology Centre</em> (BTC), proyek <em>Integrated Water Resource Management (IWRM)</em> di Gua Bribin, Gunung Kidul, Jawa Tengah, proyek <em>Science for the Protection of Indonesian Coastal Ecosystems</em> (SPICE) dan yang terakhir proyek <em>Sustainable Geothermal Energy Development</em>;  telah dirasakan manfaat riilnya bagi pembangunan di Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">Menristek  juga memanfaatkan kunjungan ke Jerman untuk mengunjungi berbagai  institusi riset dikota-kota Berlin, Potsdam, Bremen dan Munich yang  bekerjasama dengan Indonesia, khususnya juga yang menyangkut tentang <em>capacity building</em> (program-program pelatihan lanjut, sekolah lanjut, mobility).</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Sumber: kbri berlin</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://qommunityradio.net/2010/09/27/indonesia-jerman-tingkatkan-kerjasama-ristek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Musim Panas di Jerman menjadi tantangan tersendiri dalam berpuasa</title>
		<link>http://qommunityradio.net/2010/08/15/musim-panas-di-jerman-menjadi-tantangan-tersendiri-dalam-berpuasa/</link>
		<comments>http://qommunityradio.net/2010/08/15/musim-panas-di-jerman-menjadi-tantangan-tersendiri-dalam-berpuasa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Aug 2010 12:49:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://qommunityradio.net/?p=530</guid>
		<description><![CDATA[Ramadhan 1431 H menjadi tantangan bagi kaum muslimin di Jerman karena bertepatan dengan musim panas. Dengan masuknya musim panas, berarti waktu siang menjadi lebih panjang dibandingkan dengan waktu malam. Hal ini berarti bahwa komunitas Muslim di Jerman menjalani waktu berpuasa sekitar 17 jam, lebih lama dibandingkan dengan waktu di Asia ataupun Timur Tengah yang hanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Ramadhan 1431 H menjadi tantangan bagi kaum muslimin di Jerman karena bertepatan dengan musim panas. Dengan masuknya musim panas, berarti waktu siang menjadi lebih panjang dibandingkan dengan waktu malam. Hal ini berarti bahwa komunitas Muslim di Jerman menjalani waktu berpuasa sekitar 17 jam, lebih lama dibandingkan dengan waktu di Asia ataupun Timur Tengah yang hanya sekitar 14 jam.<span id="more-530"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Walaupun demikian masyarakat Muslim di Jerman tetap semangat melakukan ibadah puasa dan ibadah-ibadah lainnya di bulan Ramadhan ini. &#8220;Memang saat ini kami sedang menjalankan puasa di musim panas, namun beberapa tahun yang lalu kami menjalankan ibadah puasa di musim dingin dengan waktu yang sangat singkat, sehingga saat ini tidak ada alasan bagi kami untuk tetap menjalankan ibadah puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari&#8221;. Demikian disampaikan salah seorang muslim yang bermukim di Jerman. (andi)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://qommunityradio.net/2010/08/15/musim-panas-di-jerman-menjadi-tantangan-tersendiri-dalam-berpuasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Relawan Mesir Ungkap Kejadian Sesungguhnya Saat Serangan Israel</title>
		<link>http://qommunityradio.net/2010/06/02/relawan-mesir-ungkap-kejadian-sesungguhnya-saat-serangan-israel/</link>
		<comments>http://qommunityradio.net/2010/06/02/relawan-mesir-ungkap-kejadian-sesungguhnya-saat-serangan-israel/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Jun 2010 09:59:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://qommunityradio.net/?p=521</guid>
		<description><![CDATA[Salah seorang anggota parlemen Mesir dari Ikhwanul Muslimin yang juga menjadi relawan kemanusiaan di kapal Mavi Marmara, Dr Hazim Faruk Mansur mengungkapkan kejadian yang sesungguhnya terhadap &#8220;armada kebebasan&#8221; secara detail dan rinci kepada Al-Arabiya.net. Faruk mengatakan, ketika pulang ke Mesir,ia hanya mengenakan kaos dalam yang dilumuri dengan darah korban warga negara Turki yang meninggal akibat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Salah seorang anggota parlemen Mesir dari Ikhwanul Muslimin yang juga menjadi relawan kemanusiaan di kapal Mavi Marmara, Dr Hazim Faruk Mansur mengungkapkan kejadian yang sesungguhnya terhadap &#8220;armada kebebasan&#8221; secara detail dan rinci kepada<em> Al-Arabiya.net.</em> Faruk mengatakan, ketika pulang ke Mesir,ia hanya mengenakan kaos dalam yang dilumuri dengan darah korban warga negara Turki yang meninggal akibat serangan Israel. Bahkan lantai kapal itu berubah warna menjadi merah akibat darah para korban, tambahnya lagi.</p>
<p>Faruk dan rekannya Muhammad Al-Baltaji yang sempat ditahan di pelabuhan Asdoud di Israel, mengungkapkan bahwa semua yang diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri Israel Lieberman adalah kebohongan belaka. Ia mengatakan secara tegas bahwa kapal Armada Kebebasan tidak ada membawa senjata sama sekali, seperti yang dituduh oleh Israel.<span id="more-521"></span></p>
<p>Faruk menceritakan, sekitar jam empat dini hari, mereka melakukan shalat subuh berjamaah. Namun di tengah-tengah shalat, mereka dikejutkan dengan beberapa helikopter yang terbang di atas kapal mereka, serta 4 kapal yang dilengkapi dengan meriam dan 16 kapal lainnya yang membawa sekitar delapan orang di setiap kapal.</p>
<p>Kemudian helikopter itu langsung menurunkan serdadunya dengan senjata yang lengkap, dan menembakkannya kepada mereka. Seketika para relawan langsung berlarian. Namun sebagian dari mereka ada yang tertangkap oleh tentara Israel, dan tidak segan-segan tentara Israel itu  membunuh mereka di dapan relawan lainnya. Ketika itu sebanyak 14 relawan dari Turki langsung syahid di tempat, dan beberapa beberapa orang lainnya luka-luka.</p>
<p>Setelah itu tentara Israel menyerang tempat yang digunakan sebagai perlindungan para relawan perempuan. Tentara itu menodongkan senjata ke kepala mereka. Tentara Israel memperlakukan mereka dengan kejam, tidak pandang bulu. Semua orang akhirnya diborgol.</p>
<p>Faruk menjelaskan, &#8220;Tentara Israel menurunkan kami satu persatu dari induk kapal. Mereka menurunkan Syeikh Raid Shalah, Syeikh Muhammad Zaidan, Syeikh Hamad, kemudian saya dan Dr Baltaji. Dan kami semua diborgol.&#8221;
</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Sumber: hidayatullah.com</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://qommunityradio.net/2010/06/02/relawan-mesir-ungkap-kejadian-sesungguhnya-saat-serangan-israel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ibu Hasri Ainun Habibie meninggal dunia di Jerman</title>
		<link>http://qommunityradio.net/2010/05/22/ibu-hasri-ainun-habibie-meninggal-dunia-di-jerman/</link>
		<comments>http://qommunityradio.net/2010/05/22/ibu-hasri-ainun-habibie-meninggal-dunia-di-jerman/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 May 2010 17:12:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://qommunityradio.net/?p=516</guid>
		<description><![CDATA[Mantan Ibu Negara, Hasri Ainun Habibie meninggal dunia pada hari ini (Sabtu, 22/5/2010) sekitar pukul 17.30 waktu Jerman atau pukul 22.30 WIB setelah dirawat kurang lebih 2 bulan di rumah sakit di München. Jenazah Ibu Ainun Habibie rencananya akan dibawa pulang dan di makamkan di Indonesia.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Mantan Ibu Negara, Hasri Ainun Habibie meninggal dunia pada hari ini (Sabtu, 22/5/2010) sekitar pukul 17.30 waktu Jerman atau pukul 22.30 WIB setelah dirawat kurang lebih 2 bulan di rumah sakit di München. Jenazah Ibu Ainun Habibie rencananya akan dibawa pulang dan di makamkan di Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://qommunityradio.net/2010/05/22/ibu-hasri-ainun-habibie-meninggal-dunia-di-jerman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

